Nestapa di Balik Asa dan Penyesalan

Penulis: Andi Zahrani Adilah Sari

Tatkala Janji dalam hati tidak kutepati

Hari-hari kulalui begitu saja tanpa arti

Pesat sesak dunia memasuki ruas hati

Menundukkan atma tak berdaya yang terasa mati

 

Jiwa yang tersesat dalam rimba kehidupan

Mengharapkan setitik terang

Jiwa yang sibuk dalam kefanaan

Duduk bersimpuh di hadapan-Mu di malam yang tenang

 

Tangisku pecah

Aku malu pada diriku

Hidup penuh diryah

Entah ke mana lagi aku harus mengadu

 

Wahai tuhanku

Harapku senantiasa kepadamu

Kendati kalbu dan perangaiku menodai cintaku

Masihkah ada sepercik dari kasihmu untukku?

 

Catatan: Tulisan ini pertama kali dimuat pada September 2023, di Buletin Al-Harf edisi pertama yang berjudul Refleksi Bulan Maulid Baginda Muhammad Shallalahu Alaihi Wasallam.

Related Posts

Tuntunan Ibu Kupu-Kupu

6 September 2011 Arimah putriku, Selamat ulang tahun untukmu. Ketika surat ini sampai di tanganmu, artinya kamu sudah menginjak usia delapan belas tahun. Kamu pasti sudah tumbuh menjadi gadis yang…

Baca seterusnya

Gadis dalam Ingatan

Penulis: Wais Al-Karni AK Jika kau luang malam ini tengoklah aku sejenak. Aku sedang memeliharamu di antara kelap kelip bintang yang kulukis dalam keramaian kepalaku, ramai akan namamu.   Aku…

Baca seterusnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *